KH. Ahmad Dahlan dan Budi Utomo
PERJUANGAN bangsa Indonesia mulai awal abad ke-20 memasuki babak
baru. Kita katakan sebagai babak baru, karena mulai awal abad itu
perjuangan bangsa Indonesia mulai menggunakan cara-cara organisasi
modern. Babak baru itu antara lain ditandai dengan lahir dan
berdirinya Budi Utomo.
Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta oleh dr.
Wahidin Sudirohusodo, dr. Sutomo, dll. Tanggal itu kemudian kita kenal
Nostalgia Kegemilangan Umat di Spanyol
Oleh M. Syamsi Ali
da'i Muhammadiyah, tinggal di New York
Minggu lalu, dari tanggal 19 hingga 23 Maret, saya menghadiri sebuah undangan Konferensi Internasional Ulama Islam dan Yahudi untuk Perdamaian di Seville Spanyol. Konferensi ini adalah kedua kalinya dan dikelolah oleh Hommes de Parole, sebuah organisasi NGO yang bergerak di bidang hubungan Muslim-Yahudi yang berpusat di Prancis. Konferensi I dilangsungkan bulan Januari 2005 lalu di Brussel. Sekitar 200-an ulama Islam dan Yahudi dari berbagai penjuru dunia serta lebih seratusan peninjau maupun para ahli dari kalangan agama lain dan akademis hadir serta dalam acara tersebut.
Mangan ora mangan ngoding
Sudah seminggu ini statusku di yahoo message adalah mangan ora mangan koding.. pelesetan dari mangan ora mangan kumpulnya orang jawa.
hehehe.. memang sudah seminggu ini kerjaan numpuk banyak sekalee.. jadi sering telat makan gara-gara koding melulu..
Koding atau coding adalah istilah untuk pekerjaan menulis program komputer.
We
Pluralisme ala Dien (email pada milis JIMM)
Saya sangat heran kepada teman-teman JIMM. Mendengar pernyataan Dien Syamsuddin berkenaan dengan penggunaan fasilitas Muhammadiyah untuk perayaan Natal kok su’udzon. Memang statemen Dien cukup mengagetkan. Akan tetapi statemen itu sangat positif untuk perkembangan Muhammadiyah di masa depan. Adapun kenyataan bahwa Dien itu berlatarbelakang politisi, apa yang salah? Dalam memimpin sebuah organisasi sebesar Muhammadiyah dibutuhkan kemampuan berpolitik yang amat piawai. Beberapa waktu yang lalu memang kita menyesalkan sikap Dien sebagai anggota pimpinan MUI dalam menyikapi pluralisme.
Perusakan Terhadap Ahmadiyah
Akhir-akhir ini sering kita baca atau dengar berita tentang perusakan masjid dan tempat kegiatan jamaah Ahmadiyah. Perusakan itu dilakukan secara brutal oleh orang-orang yang mengatasnamakan umat Islam. Apakah itu namanya Forum Umat Islam ataukah Front Penyelamat Islam, yang jelas tindakan perusakan sama sekali bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Kelompok Ahmadiyah meruapakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial keagamaan seperti Muhammadiyah. Mereka dinamai Ahmadiyah karena pendirinya adalah Mirza Ghullam Ahmad dari India. Di antara pengikut Ahmadiyah ada yang menganggap Mirza ghulam Ahmad adalah seorang pembaharu, yaitu Ahmadiyah Lahore, dan ada yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi. Yang terakhir adalah mereka yang disebut Ahmadiyah Qadiyani.
Catatan seorang peserta muktamar muhammadiyah
Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Malang usai sudah. Muktamar bertema “Tajdid Gerakan untuk Pencerahan Peradaban” ini secara umum berlangsung sukses. Sekalipun demikian ada beberapa hal yang terasa tidak pas. Sebagai seorang peserta muktamar, saya mencatat beberapa hal yang perlu diketahui oleh kader-kader Muhammadiyah.
1. Diikutsertakannya perempuan sebagai utusan muktamar Muhammadiyah adalah agar perempuan mendapat posisi yang sederajat dengan lelaki dalam persyarikatan. Ini adalah langkah maju agar perempuan mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin. Namun hal ini mendapat tentangan luar b iasa dari peserta muktamar, yang sebagian besar adalah laki-laki. Banyak daerah yang tidak mengirimkan utusan perempuan. Mereka tidak taat terhadap keputusan organisasi yang mewajibkan mengikutsertakan satu orang perempuan sebagai peserta muktamar. Peserta Jawa Tengah, dari 35 PDM, hanya 8 PDM saja yang mengikutsertakan perempuan. Ini merupakan cermin keengganan kaum bapak di Muhammadiyah untuk duduk setara dengan perempuan.
Pandangan Islam terhadap Persaingan Bisnis Kapitalis
Al-Quran yang kita baca dan menjadi petunjuk umat Islam diturunkan sesuai dengan konteks masyarakat Arab Mekkah pada waktu itu. Qur'an tidak turun secara utuh, melainkan berdasarkan sebab-sebab tertentu (asbabun nuzul). Jika kita mempelajari al-Qur'an atau hadits-hadits Nabi, maka akan kita temukan bahwa Islam tidak menentang konsep kapitalisme. Dalam Islam, menjadi kaya tidak dilarang, asalkan bertanggungjawab terhadap keadaan sosial.
Kisah Penjual Bubur
Hari-hari itu telah berubah..
biasanya aku setiap hari berangkat kerja naik sepeda motor melewati Jalan Gatot Subroto yang lebar untuk sampai di tempat kerjaku di gedung BIP yang satu deret dengan gedung kartika chandra, SCTV dan Argo Pantes.
Melewati kemacetan dan busuknya polusi udara jakarta hingga sampai di depan Hotel Kartika Chandra untuk berhenti sebentar untuk beli bubur ayam seharga 2500 rupiah yang dibungkus untuk sarapan di tempat kerja.
Terima Kasih
Kemaren 27/1 We ultah.
Makasih banyak buat semua yang udah ngasih selamat.
Semoga bisa hidup lebih baik.
Amien.
Oom We